Beberapa pekerja yang sedang merevitalisasi jalan Braga, Bandung. Jalan yang dialih-fungsikan sebagai jalan khusus pejalan kaki ini mendapat perhatian lebih dari penduduk Kota Bandung karena dibuat dengan waktu yang terbilang sangat singkat (kejar deadline untuk Braga Fest 2008). Sedikit ironis memang, dimana saya memprediksi akan terus ada perbaikan batu andesit disana karena "pengerasan" jalan terbilang kurang lama. Selain itu, menurut sumber, jalan Braga akan digunakan sebagai pedestarian area mulai triwulan ketiga 2009 ini. Jadi jangan heran jika setiap saat akan terjadi kerusakan terhadap batu andesit disana.Wednesday, 25 February 2009
Revitalisasi
Beberapa pekerja yang sedang merevitalisasi jalan Braga, Bandung. Jalan yang dialih-fungsikan sebagai jalan khusus pejalan kaki ini mendapat perhatian lebih dari penduduk Kota Bandung karena dibuat dengan waktu yang terbilang sangat singkat (kejar deadline untuk Braga Fest 2008). Sedikit ironis memang, dimana saya memprediksi akan terus ada perbaikan batu andesit disana karena "pengerasan" jalan terbilang kurang lama. Selain itu, menurut sumber, jalan Braga akan digunakan sebagai pedestarian area mulai triwulan ketiga 2009 ini. Jadi jangan heran jika setiap saat akan terjadi kerusakan terhadap batu andesit disana.Pulang Dengan Kemenangan
Para pendukung PERSIB Bandung merayakan kemenangan tim kebanggaan mereka. Mereka melakukan konvoi keliling kota sepulang dari stadion. Jalan-jalan protokol di kota Bandung membiru seiring kepulangan para "bobotoh".Sam Poo Kong / Gedong Batu
Setiap daerah di Indonesia memiliki ceritanya sendiri. Hal tersebut dapat dibuktikan setiap anda berjalan kemanapun, dimanapun.Salah satunya adalah Klenteng Sam Poo Kong, atau yang sering disebut Gedong Batu di Semarang.
Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.
Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa.
Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.
Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa.
Rintih Semangatmu
Para wanita paruh baya di Semarang terus berupaya menyambung hidup mereka juga keluarga dengan bekerja keras. Tidak hanya di dapur, ada sebagian dari mereka yang terpaksa melakukan tugas berat menjadi penyapu jalanan, pembersih kuburan. Bahkan tidak sedikit wanita yang terpaksa menjadi gelandangan dan harus tidur di trotoar jalan. Cerminan dari segelintir orang yang "dirugikan" keadaan.Para wanita paruh baya di Semarang terus berupaya menyambung hidup mereka juga keluarga dengan bekerja keras. Tidak hanya di dapur, ada sebagian dari mereka yang terpaksa melakukan tugas berat menjadi penyapu jalanan, pembersih kuburan. Bahkan tidak sedikit wanita yang terpaksa menjadi gelandangan dan harus tidur di trotoar jalan.Cerminan dari segelintir orang yang "dirugikan" keadaan.
MAY-DAY
Subscribe to:
Posts (Atom)

